Enaknya Hidup Tanpa Sembelit

Waspadalah terhadap semeblit

Ayu Ting Ting

Makan Salak Sebabkan Konstipasi?

Mom& Kiddie
Minggu, 9 Januari 2011 09:04 wib
SAYA sedang hamil 4 bulan. Sejak bulan kedua hingga sekarang, saya senang sekali makan buah salak. Belakangan, saya sulit buang air besar (konstipasi). BAB saya mengeras dan cukup menyita tenaga untuk mengeluarkannya.
Apakah ini bahaya mengingat saya sedang hamil? Apa benar terlalu sering makan buah salak bisa menyebabkan konstispasi?

dr. Ari Waluyo, SpOG dari Rumah Sakit Bersalin Asih mengatakan, berdasarkan kandungannya, salak mengandung zat tanin yang dapat dipakai sebagai obat anti diare, tetapi juga dapat menyebabkan konstipasi. Konstipasi sendiri pada Bumil merupakan hal yang cukup sering terjadi.

Pada kehamilan, konstipasi dapat disebabkan oleh peningkatan hormon, pemberian suplemen zat besi, kurangnya asupan serat dan air, kurangnya aktivitas si Ibu, serta kebiasaan menunda buang air besar.

Bila terjadi konstipasi, hal yang paling mengganggu adalah ketidaknyamanan yang dirasakan oleh si Ibu.

Jangan Buang Kulit Arinya

Buah salak sendiri efeknya tidak selalu sama bagi setiap Bumil. Jika Moms mengonsumsi salak dan mengalami sembelit (konstipasi) sebaiknya hindari salak atau makan secukupnya saja. Saat memakannya, jangan membuang kulit ari buah salak yang kaya serat.

Salak yang rasanya sepat/kelat adalah yang kaya akan zat tanin. Salak sepat inilah yang justru lebih sering menyebabkan konstipasi dibanding dengan yang rasanya manis.

Cegah Konstipasi

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah konstipasi seperti:

1. Minum air putih minimal 8 gelas dalam sehari.

2. Makan sayur dan buah yang kaya serat seperti pepaya, pisang, apel dan lainnya.

3. Tetap aktif dan tidak menunda buang air besar.

4. Ketika BAB sebaiknya jangan mengejan terlalu kuat.

5. Hindari makanan pedas dan berminyak.

6. Hati-hati terhadap makanan yang mengandung zat besi yang tidak diolah khusus, karena bisa jadi justru merangsang ambeien.

7. Lakukan senam hamil secara rutin, untuk mengatur napas ketika bersalin nanti dan dapat mengurangi ambeien (jika memang sudah ada ambeien).

Gejala Konstipasi:

1. Sulit buang air besar (BAB), bisa jadi lebih dari 3 hingga 4 hari tidak BAB.

2. Fases menjadi keras.

3. BAB kurang atau tidak tuntas sama sekali.

4. Ketika BAB perlu mengeluarkan tenaga yang ekstra.

5. Rektum dapat mengeluarkan darah.

6. Perut terasa penuh, berat atau mulas.

Hindari Sembarang Obat

Efek dari feses yang keras maka Bumil akan mengejan untuk mengeluarkan feses. Akhirnya, rektum (organ terakhir dari usus besar) membengkak dan berdarah akibat pecahnya pembuluh darah di anus.

Untuk mengatasi konstipasi, BuMil tidak disarankan untuk makan sembarangan obat pencahar atau pelancar BAB. Sebab, selain berpotensi mengganggu perkembangan janin, obat pencahar dapat membuat Bumil dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) dan merangsang terjadinya kontraksi. (ftr)

April 25, 2012 - Posted by | Tips Atasi Sembelit |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: